Cara Kerja Battery

PERUBAHAN KIMIA SELAMA PENGISIAN DAN PEMAKAIAN

dlmakiPada sebuah aki 12v biasanya terdapat 6 sel aki, setiap selnya menghasilkan 2,1 volt. Untuk menghasilkan 2,1volt di dapat dengan reaksi kimia. Pada saat reaksi kimia terjadi maka akan dilepaskan panas, tegangan, dan juga air. Reaksi kimia ini terjadi saat kita menggunakan aki untuk menghidupkan beban seperti starter, lampu, klakson, tape dan lain-lain. Hebatnya aki ini proses kimia yang terjadi dapat berbalik arah atau reversibel sehingga setelah aki digunakan dapat di isi kembali dengan membalikkan proses di atas yaitu..dengan memberikan tegangan kepada aki tersebut.

Secara lengkap Reaksi kimianya dapat dirumuskan seperti dibawah ini :

Pemakaian

Pengisian

Kondisi Bermuatan Penuh

Kondisi Terpakai Habis

Pelat(+) PB02 Timbal Peroksida

+

Elektrolit 2H2SO4 Asam Sulfat dan Air

-

Pelat(-) Pb Timbal berpori

PEMAKAIAN PENGISIAN

Pelat(+) PbSO4 Timbal Sulfat

+

Elektrolit 2H2O air

+

Pelat(-) PbSO4 Timbal Sulfat

1. PERUBAHAN KIMIA PADA SAAT PELEPASAN MUATAN LISTRIK

Pada plat positif (+) terjadi reaksi antara PbO2 dengan Asam sulfur untuk pembentukan Timbal sulfat. Dalam reaksi ini diperlukan muatan negative. Sehingga pada plat ini yang tertinggal adalah muatan positif (+)

Pada plat negative (-) terjadi reaksi antara Pb dengan Asam sulfur untuk pembentukan Timbal sulfat. Dalam reaksi ini diperlukan muatan Positif Sehingga pada plat ini yang tertinggal adalah muatan negatif(-)

Aki memberikan aliran listrik jika dihubungkan dengan rangkaian luar misalnya, lampu, radio dan lain-lain. Aliran listrik ini terjadi karena reaksi kimia dari asam sulfat dengan kedua material aktif dari plat positif dan plat negatif. Pada saat pelepasan muatan listrik terus menerus, elektrolit akan bertambah encer dan reaksi kimia akan terus berlangsung sampai seluruh bahan aktif pada permukaan plat positif dan negatif berubah menjadi timbal sulfat. Jika Aki tidak dapat lagi memberi aliran listrik pada voltage tertentu, maka aki tersebut dalam keadaan lemah arus (soak).

2. PERUBAHAN KIMIA PADA SAAT PENGISIAN MUATAN LISTRIK

Dengan adanya energy dari luar, maka timbal sulfat akan dipecahkan oleh oksigen dari air yang terionisasi (H2O). Timbal peroxide mengendap pada plat positif, Timbal mengendap pada plat negative.

Pada proses pengisian muatan listrik, kembali terjadi proses reaksi kimia yang berlawanan dengan reaksi kimia pada saat pelepasan muatan. Timbal peroksida terbentuk pada plat positif dan timbal berpori terbentuk pada plat negatif, sedangkan berat jenis elektrolit akan naik, karena air digunakan untuk membentuk asam sulfat. Aki kembali dalam kondisi bermuatan penuh.

PENURUNAN BERAT JENIS ACCU ZUUR
SELAMA PELEPASAN MUATAN LISTRIK

Berat jenis accu zuur akan turun sebanding dengan derajat pelepasan muatan, jadi jumlah energi listrik yang ada dapat ditentukan dengan mengukur berat jenis accu zuurnya, misalnya aki mempunyai berat jenis accu zuur 1.260 pada 20°C, bermuatan listrik penuh, setelah melepaskan muatan listrik berat jenisnya 1.200 pada 20°C,maka Aki masih mempunyai energi listrik sebesar 70% . Berat jenis accu zuur turun saat digunakan larutan electrolit berubah menjadi air sehingga otomatis berat jenis larutan air accu turun.

BERAT JENIS ACCU ZUUR TERGANTUNG DARI SUHU
Berat jenis accu zuur berubah tergantung dari temperaturnya, jadi pembacaan berat jenis pada skala hidrometer kurang tepat sebelum dilakukan koreksi suhu. Volume accu zuur bertambah jika dipanaskan dan turun jika dingin, sedang beratnya tetap. Jika Volume bertambah sedang beratnya tetap maka berat jenis akan turun. Berat jenis turun sebesar 0.0007 untuk kenaikan tiap derajat celcius dalam suhu batas normal Aki. Standar berat jenis menurut perjanjian adalah untuk suhu 20°C.

PERUBAHAN TEMPERATUR

S 20 = St + 0.0007 ( t – 20 )

S = Berat Jenis pada temp. 20°C.
St = Berat jenis terukur
t = Temperatur accu Zuur.

Tabel Perubahan Accu Zuur

Contoh: Misainya kita memiliki accu zuur dengan kondisi sbb:
Berat Jenis ( terukur ) = 1.250
Temperatur= 33°C
maka berat jenis pada 20°C adalah
S20 = 1.250 + 0.0007 (33 – 20)
= 1.250 + 0.0091
= 1.2591

Tabel Perubahan Accu Zuur.
Temperatur 1.260 (20°C)
5 1.271
10 1.267
15 1.264
20 1.260
25 1.256
30 1.253
35 1.249
40 1.245
45 1.242
50 1.238
55 1.235
60 1.232

Tango Motor


About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: